Masih
teringat masa-masa SMA dulu saat kita aktif di Rohis. Aku rasa saat itu adalah
masa terindah sekolahku. Ada damai,
ada kasih, ada sayang, ada cinta, ada keikhlasan, ada ketulusan, ada kesabaran,
ada pengorbanan, ada rasa saling memiliki, semua itu kita curahkan
bersama-sama. Tidak ada perbedaan di antara kita, semua bercampur menjadi satu.
Bel
sekolah bukan berarti tanda berpisah akan tiba. Malah bagi kita ini adalah saat
untuk berkumpul kembali, berkumpul di mushalla tercinta kita. Bukan karena
suatu keperluan, bukan karena ada suatu hal yang ingin dibicarakan ataupun
sebuah pe-er yang ingin dikerjakan, tapi hanya untuk bertemu. Just it.
Belum
afdhal rasanya pulang sekolah tidak berjumpa denganmu duhai sahabatku. Walau hanya
lima menitpun jadi. Ucapan salam, jabatan hangat dan senyuman indah selalu engkau berikan. Allah.. indah sekali rasanya bila mengingat masa
itu.
Sahabatku..
masihkah engkau ingat saat kita selalu semangat menghadiri kajian jum’atan
selepas pulang sekolah?
Sahabatku..
masihkah engkau ingat saat kita saling membantu untuk mengangkat air bersama
ketika air untuk wudhu di kamar mandi sekolah telah habis?
Sahabatku..
masihkah engkau ingat saat kita jajan
bersama di kantin ibu belakang? kita semua saling berbagi..
Sahabatku..
masihkah engkau ingat saat engkau yang mempunyai kendaraan selalu ikhlas untuk
meminjamkan motormu pada teman yang membutuhkan bantuanmu?
Sahabatku..
masihkah engkau ingat saat kita saling membantu sahabat kita yang sedang dalam kesulitan..
Sahabatku..
masihkah engkau ingat saat pagi 14 Februari beberapa tahun yang lalu mading
kita berhasil “menghipnotis”
teman-teman untuk membaca artikel tentang Anti Valentine Day?
Sahabatku..
masih dapatkah engkau merasakan jabatan hangat tangan kita ketika kita hendak
berpisah? Kita selalu enggan untuk melepas tangan duluan karena kita selalu
ingin malaikat mendoakan kita?
Sahabatku..
Hingga saat terpenting dalam hidupku engkaupun hadir untuk mendoakanku.. terima kasih sahabatku.. Semua itu rasanya
tak mudah bagiku untuk melupakannya.. semua begitu indah rasanya.. hingga saat ini.. saat kita semua telah berpisah.
Saat kita semua telah sibuk dengan keluarga dan urusan kita masing- masing.
Memang
sudah saat nya seperti ini, biarlah kenangan indah ini besemayam di dalam hatiku yang paling dalam, aku hanya
berdoa semoga ukhuwah ini tetap ada meski jarak memisahkan kita. Biarlah kita
jauh tapi hati ini selalu dekat. Biarlah kita jauh namun kita tetap saling
mendoakan. Biarlah kita jauh namun komunikasi tetap ada diantara kita. Semoga
anak cucu keturunan kita dapat merasakan seperti apa yang kita rasakan dahulu,
merasakan cinta dalam ukhuwah. Aamiin ya Rabbal’alamiin..
“Hidup
akan terasa begitu indah jika segalanya karena Allah. Dalam sakit dan musibah
teruji kesabaran. Dalam ukhuwah teruji ketulusan. Dalam taqwa teruji keyakinan.
Ukhuwah terletak bukan pada banyaknya pertemuan, bukan pula pada manisnya
ucapan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dalam DO’A, walaupun
dia jauh darinya. Mari kembali perkuat ukhuwah dengan tetap saling mendo’akan
untuk semua kebaikan duia dan akhirat”.
(Special
untuk sahabatku di Rohis FKRM SMU4 Banda Aceh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar